N R S

"Genius is 1 percent inspiration, 99 percent perspiration."

- Thomas A. Edison

---------------

Traveller of 20 countries and 197 cities

---------------

Free STATS COUNTER




senjamu:

ahmadkrishar:

magistrahayu

Dear my future husband… heyaaaa

nah itu„
istriku gak perlu hafidzah, pinter ngaji, hafal hadist, paham fiqih, dll
itu semua bisa belajar bareng aku
cukup yang akhlaknya baik dan suka anak kecil … thats it

Nah bgt!

(Source: mo3geza26)



"Jika kamu anggap dirimu adalah seorang yang tekun beribadah, berpuasa, dan selalu bangun di malam hari, kamu harus sadar bahwa terkadang kamu juga membicarakan keburukan orang lain, dan hal itu bisa menguras habis amal kebaikanmu." — Imam Al-Ghazali dalam Tahdzib Mukaasyafah al-Quluub (via kuntawiaji)

membuka halaman social media orang lain juga termasuk ya? jadi ga guna ra, sedih sendiri, lagian masa lalu kan? emang kamu hidup sama masa lalu?



It is You 

Dear Adam,

We might find obstacles in the future
You could find me not interesting anymore

All I want from you is your commitment
'Cause our intention is to seek for Jannah

Adam, please be a good Imam, husband, father, soulmate, friend, “abang” to me

Sincerely,
Hawa



I am not a saint. I make sin. I mean a lot more than a true muslim; however not as much as some people do. I’m not religious at all, I’m just trying to be. And some thoughts are coming these days. Can I get through this way smoothly with strength and patience Ya Rabb?



globalvoices:

Students, teachers, and over 200 civil society organisations have joined forces against the proposed National Education Bill of Myanmar.
Protesting Students and Teachers in Myanmar Reject Law They Claim Will Strengthen Junta-Era Schooling System

Didn’t know why, but I dreamt about it last night, kinda dejavu ._.

globalvoices:

Students, teachers, and over 200 civil society organisations have joined forces against the proposed National Education Bill of Myanmar.

Protesting Students and Teachers in Myanmar Reject Law They Claim Will Strengthen Junta-Era Schooling System

Didn’t know why, but I dreamt about it last night, kinda dejavu ._.



Mainkan saja peranmuMainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Zulaikha yang sabar menanti Yusuf tambatan hati, atau bagai Adam yang menanti Hawa di sisi.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan takdir manusia.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.
by Aldiles Delta, FIP UNJ 08

Mainkan saja peranmu


Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Zulaikha yang sabar menanti Yusuf tambatan hati, atau bagai Adam yang menanti Hawa di sisi.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan takdir manusia.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.


by Aldiles Delta, FIP UNJ 08



Suatu Hari Nanti 

Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya untuk membuat tertarik. Cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal. Cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak bicara.

Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang, tetap jadilah diri sendiri. Kamu pun tidak (dan…



Seorang Imam yang dapat membimbing dan menuntunku serta keluarga kita nanti menjadi yang lebih baik bersama-sama, aamiin :)

Seorang Imam yang dapat membimbing dan menuntunku serta keluarga kita nanti menjadi yang lebih baik bersama-sama, aamiin :)




Westlife - More Than Words


Such a very typical Irish people x’). How they speak too fast with their Irish accent which none of us (International students) don’t exactly understand what they say! ^^v (not from Northen Ireland but The Republic of Ireland itself). 


ikumaikuma:

If you really are a good person, you will know who you should trust, and you will choose that trustworthy person, no excuse, you will just simply choose the right side with no fear.



Patience 

Patience and Love agreed to meet at a set time and place; beneath the twenty-third tree in the olive orchard. Patience arrived promptly and waited. She checked her watch every so often but still, there was no sign of Love.


Was it the twenty-third tree or the fifty-sixth? She wondered and decided to check, just in case. As she made her way over to the fifty-six tree, Love arrived at tree twenty-three where Patience was noticeably absent.


Love waited and waited before deciding he must have the wrong tree and perhaps it was another where they were supposed to meet.


Meanwhile, Patience had arrived at the fifty-sixth tree where Love was still nowhere to be seen.


Both begin to drift aimlessly around the olive orchard, almost meeting but never do.


Finally, Patience who was lost and feeling quite resigned, found herself beneath the same tree where she began. She stood there for barely a minute when there was a tap on her shoulder. It was Love.


…………………………….


“Where are you?” She asked. “I have been searching all my life.”
“Stop looking for me,” Love replied, “And I will find you.”



by Lang Leav



Yakin 

  •  Percakapan suatu sore, masih di dalam pikiran.
  • A : Kamu bisa yakin banget gitu?
  • B : Kalau aku ragu-ragu, dia bakal ikutan ragu-ragu.
  • A : Gitu ya?
  • B : Iya, aku akan meyakinkannya dengan menunjukkan bahwa aku benar-benar yakin :)


Diperjuangkan 

  •  Sebuah obrolan dalam pikiran malam ini.
  • A : Aku mau mengejarmu, kamu jangan kemana-mana.
  • B : Aku gak usah dikejar, nanti kamu capek.
  • A : Lho kok gitu?
  • B : Diperjuangin aja
  • A : ....
  • B : Siapa sih yang gak mau diperjuangin?


"Kita mengenal seseorang sebatas apa yang kita tahu, selebihnya dibutuhkan kejujuran orang tersebut untuk mengenalkan dirinya sendiri." —

Kurniawan Gunadi

(via kurniawangunadi)



blog comments powered by Disqus
©